Sedikit curhat dari seorang mahasiswa yang mulai mencintai kereta api sejak kuliah di luar Jabodetabek. Bukan hanya sejak kuliah, waktu kecil gue juga sering mudik sama orangtua naik kereta api. Yah ibaratnya mah nostalgia. wkwkwkwk.
Entah kenapa menurut gue pribadi, peraturan baru sistem perkereta api Indonesia mulai tidak pro dengan masyarakat. Kenapa? Disini sekali lagi gue gak ngerti politik, jadi gue ngeblog ya asal tulis aja apa adanya. Hahahaha.
1. Sudah tidak diberlakukannya tiket “BERDIRI”, menurut gue itu merugikan, coba seandainya gue sebagai mahasiswa yang butuh untuk berpergian mendadak ketika ada suatu urusan yang harus diselesaikan pada hari itu juga. Apa gue tau urusan dadakan itu muncul pada hari itu, TIDAK Bapak Atasan. Kalau saya tau ketika ada jadwal kerjaan saya, pastinya jauh-jauh hari sudah saya pesan tiket untuk ke tempat kerjaan itu agar bisa selesai pekerjaan saya. Dan bukan hanya saya “mahasiswa” yang mengalaminya tentunya orang-orang banyak diluar sana sama baik “pegawai, karyawan, buruh, dan lain-lain”
2. Kereta EKONOMI JARAK JAUH tidak berhenti di stasiun Bekasi, sekali lagi saya tekankan EKONOMI JARAK JAUH bukan EKONOMI JABODETABEK, menurut gue stasiun Bekasi itu besar kayak stasiun yang lainnya baik Gambir, Jatinegara, Pasar Senen, Jakarta Kota. kenapa gak berhenti? apa bapak atasan tidak menganalisa keadaan diluar. Saya aja yang berasal dari Kota Bekasi merasa dirugikan apalagi penumpang yang berasal dari Kabupaten Bekasi.
Kalau untuk pedagang menurut gue bebas-bebas aja, mau dilarang atau gak. gue gak merasa dirugikan, toh mereka juga menyari rejeki yang halal dengan berdagang makanan dan minuman. Udeh ah gue nulis 2 point aja menurut gue, ntar kalau ada tambahan gue ubah tulisan ini.
I Love Travelling
Filed under: All, Daily Tagged: Bekasi, ekonomi, jalan-jalan, jarak, jarak jauh, jauh, Kereta, kereta api, mahasiswa, sistem, Tiket, travelling, urusan